Posted by: anggaway89 | April 1, 2010

PEMERIKSAAN KESEHATAN UNTUK LANSIA

PEMERIKSAAN KESEHATAN UNTUK LANSIA

Pemeriksaan medis dengan pasien tua pada dasarnya adalah mendeteksi dini penyakit atau berusaha untuk mencegah penyakit dari terjadi. Banyak masalah medis seperti diabetes, tekanan darah, kolesterol secara rutin terdeteksi selama pemeriksaan medis. Sebuah pemeriksaan medis dengan pasien tua adalah waktu terbaik untuk memberikan nasihat pada pengelolaan stres, berhenti merokok dan berat badan.

Biasanya ketika seorang pasien tua berlaku untuk pemeriksaan medis, dokter akan menggunakan kesempatan ini untuk mendidik pasien tentang manfaat memimpin hidup sehat dan apa yang dapat dilakukan untuk membuka jalan bagi kehidupan ini.

Meskipun tidak ada aturan menetapkan ketika seorang pasien tua harus pergi untuk pemeriksaan medis, sangat disarankan bahwa Anda harus pergi untuk satu setidaknya setahun sekali dan jika Anda memiliki masalah kesehatan, Anda harus meningkatkan frekuensi kunjungan.

Dalam pemeriksaan kesehatan dengan pasien tua, dokter harus terlebih dahulu melakukan penyelidikan umum di mana dia akan menanyakan tentang bagaimana perasaan Anda, apakah Anda mempunyai masalah dan bertanya tentang riwayat kesehatan Anda. Setelah itu, ia akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan jika ia mendeteksi sesuatu yang tidak beres, ia akan meminta untuk penyelidikan lebih lanjut. Item berikut akan diperiksa ketika Anda pergi untuk pemeriksaan medis:

  • Tekanan darah
  • Urine testing
  • Kolesterol
  • Pemeriksaan prostat

OLAHRAGA BAGI LANSIA

A. Manfaat
Perbaikan dalam derajats kesehatan
Kebugaran jasmanis
Kemandirian.s

B. Prinsip
s Gerakannya bersifat dinamis (berubah-ubah)
Bersifat progresif (bertahaps meningkat)
Adanya pemanasan dan pendinginan pada setiap latihans
Lamas latihan berlangsung 15-60 menit
Frekuensi latihan perminggu minimal 3 kalis dan optimal 5kali

C. Langkah-Langkah

  1. Latihan kepala danleher
    Lihat keatap kemudian menunduk sampai dagu ke dada
    Putar kepala dengans melihat bahu sebelah kanan lalu sebelah kiri
    Miringkan kepala ke bahus sebelah kanan lalu kesebelah kiri.
  2. Latihan bahu dan lengan
    Angkats kedua bahu ke atas mendekati telinga kemudian turunkan kembali perlahan-lahan
    Tepukan kedua telapak tangan dan renggangkan lengan kedepans lurus dengan bahu. Pertahankan bahu tetap lurus dan kedua tangan bertepuk kemudian angkat lengan keatas kepala.
    Satu tangan menyentuh bagian belakangs dari leher kemudian raihlah punggung sejauh mungkin yang dapat dicapai. Bergantian tangan kanandan kiri.
    Letakan tangan di punggung kemudian cobas meraih keatas sedapatnya.
  3. Latihan tangan
    Letakan telapak tangans diatas meja. Lebarkan jari-jarinya dan tekan ke meja
    Baliklah telapaks tangan. Tariklah ibu jari melintasi permukaan telapak tangan untuk menyentuh jari kelingking. Kemudian tarik kembali. Lanjutkan dengan menyentuh tiap-tiap jari dengan ibu jari dan kemudian setelah menyentuh tiap jari.
    Kepalkans tangan sekuatnya kemudian renggangkan jari-jari selurus mungkin.
  4. Latihan punggung
    Dengan tangan disamping bengkokan badan kesatu sisi kemudians kesisi yang lain.
    Letakan tangan dipinggang dan tekan kedua kaki, putars tubuh dengan melihat bahu kekiri dan ekanan..
    Tepukan kedua tangans dibelakang dan regangkan kedua bahu ke belakang.
  5. Latihan paha
    Latihans ini dapat dilakukan dengan berdiri tegak dan memegang sandaran kursi atau dengan posisi tiduran.
    Lipat satu lutut sampai pada dada dimana kaki yang lains tetap lurus, dan tahan beberapa waktu.
    Duduklah dengan kedua kaki luruss kedepan. Tekankan kedua lutut pada tempat tidur hingga bagian belakang lutut menyentuh tempat tidur.
    Pertahankan kaki lurus tanpa membengkokan lutut,s kemudian tarik telapak kaki kearah kita dan regangkan kembali.
    Tekuk dans regangkan jari-jari kaki tanpa menggerakan lutut.
    Pertahankan lutut tetaps lurus, putar telapak kaki kedalam sehingga permukaannya saling bertemu kemudian kembali lagi.
    Berdiri dengan kaki lurus dan berpegangan pada bagians belakang kursi. Angkat tumit tinggi-tinggi kemudian putarkan.
  6. Latihan pernafasan
    Duduklah di kursi dengan punggung bersandar dan bahu relaks.s Letakkan kedua telapak tangan pada tulang rusuk. Tarik nafas dalam-dalam maka terasa dada mengambang. Sekarang keluarkan nafas perlahan-lahan sedapatnya. Terasa tangan akan menutup kembali.
  7. Latihan muka
    Kerutkan mukas sedapatnya kemudian tarik alis keatas
    Tutup mata kuat-kuat, kemudian bukas lebar-lebar
    Kembangkan pipi keluar sebisanya. Kemudian isap kedalams
    Tarik bibir kebelakang sedapatnya, kemudian ciutkan dan bersiul

NUTRISI UNTUK LANSIA

SEIMBANG: Untuk orang lanjut usia (lansia) sebaiknya terapkan pola makan seimbang dan perhatikan asupan protein, kalsium dan vitamin D.

Nutrisi merupakan hal penting dalam mempertahankan kesehatan untuk semua orang. Hal itu tidak berubah seiring dengan bertambahnya usia.

Justru saat Anda bertambah usia, beberapa zat gizi dibutuhkan lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Misalnya, kalsium dan vitamin D untuk tulang.

Hal utama yang patut diperhatikan oleh para lansia adalah asupan cairan. Yang terkadang menjadi kendala adalah, para lansia cenderung tidak suka minum. Padahal, mereka membutuhkan cairan seperti orang normal lainnya yaitu sekitar 1,5 liter atau delapan gelas air per hari.

Ada beberapa hal dalam menerapkan pola makan yang perlu Anda ketahui saat memasuki masa lanjut usia (lansia) berdasarkan panduan dari Cleveland Clinic :

  • Orang yang lanjut usia seharusnya mengonsumsi 1-1,2 gram protein per hari per kilogram (kg) berat badan. Contohnya, jika seorang lansia memiliki berat badan 70 kg maka seharusnya memperoleh 70-100 gram protein per hari. Khusus yang memiliki gangguan pada ginjal, sebaiknya konsultasi dengan dokter mengenai asupan protein yang aman.
  • Para lansia membutuhkan 1.000 miligram (mg) kalsium per hari dan 1.000 unit vitamin D per hari.
  • Lansia sebaiknya memerhatikan asupan buah dan sayuran sebagai penyeimbang makanan sehari-hari.
  • Lansia seharusnya mengonsumsi multivitamin jika pola makan mereka tidak seimbang, sehabis sakit atau berat badan berkurang. Vitamin tidak termasuk protein.
  • Ingat untuk mengonsumsi cairan yang cukup setiap hari. (healthday/ri)

PATOFISIOLOGI

- Produksi saliva menurun → mempengaruhi proses perubahan kompleks karbohidrat menjadi disakorida

- Fungsi ludah menurun → sukar menelan

- Fungsi kelenjar pencenaan menurun → perut terasa tidak enak / kembung

- Banyak gigi yang lepas (ompong) → nafsu makan berkurang

- Dengan proses menua terjadi gangguan motilitas otot polos oesofagus.

Dari proses perubahan-perubahan pada proses menua pada lansia menyebabkan intake makanan pada lansia berkurang yang nantinya akan mempengaruhi status gizi pada lansia.

PATHWAY

Proses perubahan pada Lansia

Gigi banyak yang lepas/ ompong

Fungsi kelenjar pencernaan

Fungsi ludah

Produksi saliva

Intake makanan

DAMPAK GANGGUAN NUTRISI

Kelemahan otot dan kelelahan karena energy yang menurun. Lansia dengan gangguan nutrisi beresiko tinggi untuk terjatuh atau mengalami ketidakmampuan dalam mobilisasi yang menyebabkan luka tekan atau cedera. Tulang akan mudah rusak dan proses penyembuhan luka tekan akan berjalan lama serta kondisinya akan memburuk.

Kaum manula yang mendorong kesalahan gizi dapat dibagi menjadi 3 kelompok :

1) Malnutrisi umum

Diet tidak mengandung beberapa nutrient dalam jumlah yang memadai.

2) Defisiensi nutrient tertentu

Terjadi bila suatu makanan atau kelompok makanan tertentu tidak ada dalam diet. Contoh : defisiensi zat besi pada manula yang keadaan gigi geliginya jelek sehingga tidak makan daging karena kesulitan mengunyah dan konsumsi vit. C yang rendah pada manula yang terus menerus dalam jangka waktu yang lama mengalami diet lambung.

3) Obesitas

Disebabkan oleh kebiasaan makan yang jelek sejak usia muda. Gerakan manula yang gemuk akan menjadi lebih sulit.

KOMPLIKASI

- Diabetes mellitus

- Hipertensi

- Penyakit jantung

- Gastritis

- Ulkus peptikum

PEMERIKSAAN PENUNJANG

- Laboratorium

- Radiografi dengan kontras barrem.

PENATALAKSANAAN

- Memperhatikan kebutuhan gizi pada lansia. Kecukupan energy sehari yan dianjurkan untuk pria berusia lebih tua atau sama dengan 60 tahun dengan berat badan sekitar 62 kg adalah 2200 kkal sedangkan untuk perempuan adalah 1850 kkal

- Memperhatikan bentuk dan variasi makanan yang menarik agar tidak membosankan (bentuk cair, bubur saring, bubur, nasi tim, nasi biasa)

- Menambah makanan cair lain / susu bila lansia tidak bias menghabiskan makanannya

- Bila terdapat penyakit metabolic seperti DM, gula sederhana dihindari, bila terdapat penyakit gagal ginjal sebaliknya dipilih asam amino yang esensial.

- Perubahan sederhana untuk memperbaiki diet bagi manula yaitu :

o Minum satu gelas sari buah yang murni (jangan dicampuri air ataupun gula)

o Sarapan dengan biji-bijian utuh (misalnya havermout, beras merah) dan telur setiap pagi

o Mengusahakan makan daging atau ikan paling tidak sekali dalam sehari

o Minum segelas susu pada waktu akan tidur

o Paling sedikit makan satu porsi sayuran setiap hari.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: