Posted by: anggaway89 | April 1, 2010

Lansia Puasa, Waspadai Perubahan Fisiologis Dan Psikologis

Lansia Puasa, Waspadai Perubahan Fisiologis Dan Psikologis

Sumber : Kiat Sehat Surabaya

Menjadi tua bukan berarti sah untuk bisa lolos dari menjalankan ibadah puasa yang hukumnya wajib. Lansia diperbolehkan melakukan puasa asal kondisi fisiknya stabil, penyakitnya terkontrol, dan tak ada infeksi akut yang dideritanya.

Untuk dapat menjalankan puasa dengan sehat dan aman, para orang-orang tua ini perlu mengatur pola makan yang tepat, sehingga makanan yang masuk ke dalam tubuhnya memberikan manfaat yang baik, dan bukan sebaliknya. Asupan cairan yang seharusnya dikonsumsi pun turut menjadi perhatian utama. Saat berpuasa tubuh mengalami perubahan fisiologis dan psikologis, seperti,  timbul rasa lelah, lemah, dan bingung. Hal ini disebabkan adanya penurunan jumlah cairan tubuh, cairan tubuh yang biasanya sebanyak 60 persen, turun menjadi 45-50 persen. Rasa haus juga menurun sehingga asupan cairan melalui aktivitas minum ikut berkurang. Akibatnya, tubuh berisiko mengalami dehidrasi (kekurangan cairan). Menurut Dyah Yusvita, S.Gz – Ahli Gizi Siloam Hospitals Surabaya, lansia dapat menggantinya dengan mengkonsumsi dua gelas saat berbuka, 2-4 gelas setelah shalat Tawarih sampai sebelum tidur, satu gelas saat bangun tidur sebelum sahur, dan 1-2 gelas saat sahur. Perubahan fisiologis dan psikologis lainnya adalah nafsu makan menurun. Faktor psikologis bisa disebabkan oleh depresi dan gangguan daya ingat. Menurunnya nafsu makan juga bisa disebabkan oleh penyakit, seperti parkinson, sembelit, serta sensasi rasa lapar yang menurun.

Kebutuhan tubuh akan kalori juga menjadi hal yang penting. Disinilah pola makan bagi lansia diubah. Anda dapat mengaturnya dengan mengkonsumsi sebanyak 50 persen kalori saat berbuka puasa yakni mengonsumsi makanan ringan sebelum shalat Maghrib dan makanan berat setelah shalat Maghrib. Selebihnya, sebanyak 10 persen kalori diasup sesudah shalat Tarawih dan 40 persen saat sahur.

Tips sehat dan aman menjalankan puasa bagi lansia :

  1. Atur pola makan. Saat sahur, usahakan mengkonsumsi 40 persen kalori. Buka puasa 50 persen kalori yang dibagi dalam dua tahap: makanan ringan sebelum shalat Maghrib, dan makan berat setelah shalat Maghrib.
  2. Kebutuhan kalori sama dengan ketika tidak berpuasa. Untuk mencegah kekurangan cairan, konsumsi cairan 30-50 cc/kg/BB/hari (8-10 gelas). Ini meliputi dua gelas saat berbuka puasa, 3-4 gelas setelah tarawih sampai dengan sebelum tidur, satu gelas saat bangun tidur dan sebelum sahur, 1-2 gelas saat sahur.
  3. Minumlah air atau jus buah antara berbuka puasa dan sebelum tidur. Hindari terlalu banyak es karena dapat menahan rasa kenyang.
  4. Komposisi gizi harus seimbang. Batasi makanan yang digoreng dan tinggi lemak. Saat sahur, batasi minum teh atau kopi, karena dua jenis minuman ini bisa merangsang produksi urine lebih banyak. Dianjurkan mengkonsumsi makanan yang lambat dicerna dan tinggi serat. Sebaliknya, batasi makanan yang cepat dicerna seperti gula.
  5. Saat berbuka puasa, disarankan untuk mengkonsumsi kurma. Sebab, buah bercita rasa legit ini mengandung gula serat, karbohidrat, kalium, dan magnesium. Pisang juga baik dikonsumsi karena banyak mengandung kalium, magnesium, dan karbohidrat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: