Posted by: anggaway89 | May 24, 2010

Baik dan Buruknya Kopi

Jutaan orang telah terbiasa menggunakan kopi sebagai stimulan produktivitas di pagi hari sebelum mulai bekerja. Entah, barangkali kafein dalam kopi adalah suplemen produktivitas nomer satu di dunia, ya. Kopi mudah didapat, harganya terjangkau, diterima luas secara khalayak, dan tentu saja bukanlah barang haram. Banyak sekali ulasan tentang efek baik dan buruk dari kopi. Tapi bagi saya, sifatnya yg mbikin seseorang jadi kecanduan sudah cukup jadi alasan untuk tidak mengkonsumsinya sebagai sebuah kebiasaan.
Saya sebenarnya suka kopi, tapi bukan peminum rutin. Saya hanya minum kopi ketika ada di acara2 resmi atau ketika benar2 sedang ada aktivitas yg mengharuskan saya tetap terjaga (tapi bukan ronda lho). Ada kalanya memang saya minum kopi bukan untuk mengambil efek positif darinya, namun sekedar ingin menikmati aroma dan rasa.
Memang kafein bisa membuat energi membuncah dan juga membuat pikiran jadi lebih tajam. Tapi tidak hanya itu ternyata. Mari kita lihat, apa sih kebaikan dari kopi kafein untuk kita.

Bagusnya Kopi?
1.    Rasanya enak! Aromanya juga!
Pendapat pribadi sih. Tapi benar, kan.
2.    Kopi adalah stimulan yg mantap.
Kafein memblokir adenosin agar tidak bisa menyatu dengan reseptor yg bertugas mengatakan bahwa Anda lelah. Hasilnya? Kopi akan membuat mata Anda tetap terbuka dan bahkan mempertahankan stamina. Kopi terbukti bisa membantu para atlet olahraga ketahanan.
Kopi bisa meningkatkan kemampuan berpikir dan untuk bekerja keras: otak dan otot. Kafein memang membuat kita jadi lebih segar dan tampak siap menerkam dunia. Kopi bisa bantu kita jadi beringas dan bersemangat. Rarrrr!
3.    Kopi bisa bantu bakar lemak.
Kafein sering digunakan sebagai bahan untuk suplemen diet berkat efek metabolik yg ditimbulkannya; di mana asam lemak dilepaskan dalam darah, aktivitas otot meningkat, dan suplai kalsium pun tersedia cukup untuk lakukan kontraksi. Sip, dah. Gudbai treadmill, kopi sudah bisa memberikan efek dikejar anjing tanpa perlu secara fisik berlari.
4.    Kopi bersifat diuretic.
Artinya Anda akan jadi punya alasan yg kuat untuk meninggalkan rapat yg membosankan untuk pipis.
Tapi semua benefit itu ternyata harus dibayar dg beragam kompensasi yg merugikan. Bahkan apa2 yg awalnya terkesan sebagai benefit ternyata malah jadi kerugian.

Buruknya Kopi?
1.    Kopi bersifat diuretic.
Artinya bisa mengakibatkan dehidrasi sedang: Anda akan kehilangan air lebih banyak dan lebih cepat dg mengkonsumsi kopi. Dengan demikian, Anda jadi harus lebih sering ninggalin kerja atau merusak flow berpikir hanya untuk urusan piss of cur ke belakang.
2.    Kopi bisa bantu bakar lemak.
Anda akan merasa lebih gerah/sumuk ketimbang biasanya, terutama waktu tidur. Hal ini disebabkan karena kafein bisa meningkatkan termperatur badan Anda dg peningkatan aliran darah dan aktivitas otot, bahkan ketika Anda sedang bermaksud untuk beristirahat. So, Anda pun butuh hembusan kipas yg lebih besar atau AC. Yg jelas biasanya semakin gerah seseorang, semakin susah juga dia bisa tidur nyenyak.
Kopi adalah stimulan yg mantap. Perlu kita ketahui, stimulan bukanlah vitamin, atau mineral, atau apapun yg benar2 bisa memberi bahan yg dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi. Cara kerja kafein adalah dengan memicu respon stres tubuh Anda secara kimiawi. Efek yg Anda dapatkan dg mengkonsumsi kafein adalah sama seperti Anda dikejar oleh anjing atau ketika ada yg menodongkan pisau di muka Anda. Tubuh Anda akan beradaptasi terhadap kondisi ancaman dg cara mengambil energi dan nutrisi dari sistem manapun dari tubuh kita untuk kebutuhan cari selamat.
Masalahnya, kafein ini sekedar melakukan pergeseran sumberdaya dari satu salah satu sistem tubuh kita ke sistem yg lain, atau bahkan lebih tepat lagi jika disebut sebagai merampok energi dari bagian tubuh yg lain. Sama seperti ketika kita menggunakan kartu kredit; dengannya kita bisa dapet uang cepat, tapi bagaimanapun yg namanya tagihan tetap harus dibayar.
3.    Kafein bisa membuat fisik jadi tahan lebih lama dalam bekerja. Kafein juga memberikan sensasi awas atau waspada pada otak, yg membuat kita jadi tetap mampu berpikir dan mendayagunakan otak kita untuk aktivitas2 mental. .
Namun begini cerita sebenarnya:
Kafein membuat bagian otak tertentu menjadi sangat aktifnya, dan bahkan menjadikannya overactive, sementara bersamaan dg itu bagian otak yg lain menjadi underactive. Betul kafein bisa mempertahankan konsentrasi dan energi, tapi ada kompensasi yg ditanggung, semisal berupa kesulitan dalam membuat prioritas.
Pikiran jadi sedemikian giat dan bertenaga, tapi dia tersibukkannya pada kerjaan2 yg aslinya berprioritas rendah. Kita melakukan dan menyelesaikan banyak kerja, namun itu bukanlah apa2 yg bisa memberikan perolehan terbesar. Kemampuan untuk menangani urusan2 yg tersaji di depan mata memang jadi kian baik, namun kemampuan untuk melihat gambaran besar jadi menurun.
Kafein juga dirasa bisa memblokir kemampuan kreatif dan juga intuisi, di mana cara berpikir seseorang jadi cenderung lebih linear. Bukannya cara berpikir linear itu buruk sih. Jika memang di depan mata sedang banyak pekerjaan yg ‘ndak butuh mikir’ atau repetitif, maka mengkonsumsi kafein akan amat membantu. Namun ketika harus menggunakan daya kreatif dan analisa tingkat tinggi semisal membuat proyeksi bisnis atau merancang strategi tahunan, maka kafein bisa mengacaukan proses berpikir dan mengurangi kemampuan untuk berkonsentrasi. Kafein membuat pikiran serasa terus berpacu dg cepat dan begitu bersemangat untuk melakukan banyak hal sampai2 jadi susah untuk memfokuskan pikiran pada satu urusan saja, satu per satu.
4.    Kafein bisa menimbulkan adiktif atau ketagihan, minimal sindrom kemunduran (ngerasa pusing, lemas atau sakit kepala bila tak minum kopi).
5.    Kafein juga bisa merusak pola jam tidur Anda. entah dg insomnia atau dg memperpendek durasi dan tingkat kenyenyakan tidur. Yg awalnya bisa tidur nyenyak di malam hari, sekarang jadi susah tidur di malam hari dan susah bangun pagi harinya. Kecuali jika Anda memang memilih jalani pola produktivitas ala Batman. Sementara itu tiap orang memetabolisme kafein secara berbeda. Ada orang yg bahkan masih bisa merasakan efek kafein bahkan setelah 8-12 mengkonsumsinya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: