Posted by: anggaway89 | May 24, 2010

PERSENDIAN

Sendi merupakan hubungan antar tulang sehingga tulang dapat digerakkan atau semua persambungan tulang, baik yang memungkinkan tulang tersebut dapat bergerak satu sama lain maupun tidak. Hubungan dua tulang disebut persendian (artikulasi).

Komponen Penunjang Persendian
Beberapa komponen penunjang sendi:
•    Kapsula sendi adalah lapisan berserabut yang melapisi sendi. Di bagian dalamnya terdapat rongga.
•    Ligamen (ligamentum) adalah jaringan pengikat yang mengikat luar ujung tulang yang saling membentuk persendian. Ligamentum juga berfungsi mencegah dislokasi.
•    Tulang rawan hialin (kartilago hialin) adalah jaringan tulang rawan yang menutupi kedua ujung tulang. Berguna untuk menjaga benturan.
•    Cairan sinovial adalah cairan pelumas pada kapsula sendi.

Macam-macam Persendian
Ada berbagai macam tipe persendian:
1.    Sinartrosis
Sinartrtosis adalah persendian yang tidak memperbolehkan pergerakan atau sendi yang tidak dapat bergerak sama sekali. Dapat dibedakan menjadi dua:
•    Sinartrosis sinfibrosis: sinartrosis yang tulangnya dihubungkan jaringan ikat fibrosa. Contoh: persendian tulang tengkorak.
•    Sinartrosis sinkondrosis: sinartrosis yang dihubungkan oleh tulang rawan. Contoh: hubungan antarsegmen pada tulang belakang.
2.    Amfiartosis
persendian yang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan
•    Sindesmosis: Tulang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Sambungan antara tulang yang salah satunya tidak bergerak.
Contoh: – persendian antara fibula dan tibia dan persendian antara radius dan ulna.
•    Simfisis: Tulang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan yang berbentuk seperi cakram. Contoh: – hubungan antara ruas-ruas tulang belakang dan hubungan antara ruas-ruas coste
3.    Diartrosis
Diartrosis adalah persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan atau pergerakannya lebih luas. Persendian ini disebut juga persendian sinovial. Dapat dikelempokkan menjadi:
•    Sendi peluru: persendian yang memungkinkan pergerakan ke segala arah. Contoh: – hubungan tulang lengan atas dengan tulang belikat.
–    persendian antara gelang bahu dengan tulang lengan atas
–    persendian antara gelang panggul dengan tulang paha.
•    Sendi pelana: persendian yang memungkinkan beberapa gerakan rotasi, namun tidak ke segala arah.
Contoh: – hubungan tulang telapak tangan dan jari tangan.
•    Sendi putar: persendian yang memungkinkan gerakan berputar (rotasi). Contoh: – hubungan tulang tengkorak dengan tulang belakang I (atlas) dan persendian antara hasta dengan tulang pengumpil.
•    Sendi luncur: persendian yang memungkinkan gerak rotasi pada satu bidang datar. Contoh: hubungan tulang pergerlangan kaki.
•    Sendi engsel: persendian yang memungkinkan gerakan satu arah.
Contoh: sendi siku antara tulang lengan atas dan tulang hasta.
•    Sendi Kondiloid: gerakan di sekeliling dua sumbu, yang berputar adalah mangkoknya. Contoh: persendian antara carpea dengan radius yang beergarak secara fleksi-ekstensi dan aduksi- abduksi.
Gerak Karena Persendian
1.    Fleksi dan Ekstensi :
bengkok (fleksi) meluruskan (ekstensi)
hiperekstensi : melebihi anatomi tubuh
2.    Adduksi dan abduksi :
menjauh (adduksi) dan mendekat(abduksi)
merenggangkan jari – jari dan mengacungkan.
3.    Elevasi dan depresi :
menutup (elevasi), membuka (depresi)
4.    Supinasi dan pronasi
menengadah (supi) dan menutup (pro)
5.    inversi dan eversi
Inversi (O) -> ( ), Eversi (X) -> )(

•    Tulang Rawan Sendi
Ibarat mesin mobil, tulang manusia juga punya “shock absorber” di bagian sendi. Fungsinya sebagai bantalan peredam tekanan saat tulang bergerak (misalnya saat berjalan) maupun saat diam (misalnya saat berdiri). Jika bantalan ini aus, sendi akan meradang dan terasa nyeri. Jika terus dibiarkan, tak mustahil akan menyebabkan kecacatan.
Dalam struktur tubuh manusia, sendi berfungsi sebagai engsel penghubung antartulang. Struktur sendi ini memungkinkan tulang bergerak. Kaki bisa dipakai berjalan, jari bisa ditekuk, tangan bisa dipakai mengangkat, punggung bisa dibungkukkan, dan seterusnya. Sebagai engsel, sendi punya struktur yang memungkinkan tulang bergerak dengan mulus. Salah satunya tulang rawan. Tulang rawan ini melapisi bagian ujung tulang yang bersinggungan dengan tulang lainnya.Ketika dua tulang bersinggungan dan saling menekan, bagian tulang rawan ini berfungsi sebagai bantalan yang meredam tekanan dan memuluskangerakan sendi.
Bagian batang tulang punya saraf, tapi bagian rawan sendi ini tidak. Karena itulah, ketika kita menggerakkan tungkai kaki, lutut kita tidak terasa sakit. Sebab bagian yang berbenturan hanya rawan sendi lutut, bukan tulangnya sendiri.
Pada keadaan normal, tulang rawan ini permukaannya rata, halus, seperti kaca. Sehingga ketika bergesekan dengan tulang rawan lainnya, gerakannya mulus. Tapi pada orang-orang tertentu, tulang rawan sendi ini mengalami penipisan alias aus. Sebelum menipis, permukaan rawan sendi tidak rata dan bergelombang sehingga gerakan sendi terasa tidak lancer bahkan kadang-kadang berbunyi. Jika rawan sendi menipis, maka pada saat sendi digerakkan atau mendapat tekanan akan timbul rasa sakit karena fungsi peredam kejut dan rawan sendi berkurang Sebagiab besar tekanan akibat beban akan langsung diteruskan ke tulang. Karena bagian tulang punya saraf, maka tekanan ini akan menimbulkan rasa nyeri. Ketika dipakai berjalan, lutut akan terasa sakit dan ngilu. Kondisi inilah yang dikenal sebagai osteoartritis.
Jika osteoartritis masih ringan, sendi baru akan terasa sakit saat dipakai beraktivitas berat. Misalnya saat mengangkat beban berat atau naik turun tangga. Tapi pada osteoartritis yang parah, sendi terasa sakit meskipun hanya dipakai untuk aktivitas ringan, seperti berjalan. Bahkan, jika sudah kelwat parah, saat duduk atau tidur pun, sendi terasa nyeri.
Sendi yang biasanya menjadi korban osteoartritis adalah sendi yang memikul beerat badan, misalnya sendi lutut. Dengkul. Maklum saja, lutut merupakan sendi yang paling banyak menerima tekanan beban. Sendi lain yang juga bias terkena osteoarthritis misalnya sendi di tulang belakang, sendi panggul, pergelangan kaki, dan pangkal ibu jari kaki.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: