Posted by: anggaway89 | August 7, 2011

Kalian tahu makna Banten?

Judul di atas bukan pertanyaan untuk umat se-Dharma, tapi merupakan pengalaman saya sendiri. Pertanyaan tersebut disampaikan seorang Ida Pandita kepada saya sebelum melakukan ritual mlukat. Berikut kisahnya.

(7/8)Minggu pagi yang dingin, tepatnya di minggu pertama bulan agustus, saya berangkat menuju Singosari. Sungguh pagi yang dingin, padahal mentari sudah terlihat di ufuk timur memancarkan cahayanya. Jaket dan jarit (sarung) pun tidak dapat menahan dinginya udara selama perjalanan.

Bersama teman-teman, saya akan melakukan mlukat dan sembahyang bersama. Pura Bhuvana Kertha,  nama pura yang sudah tidak asing lagi bagi umat se-Dharma di Kota Malang. Sesampainya disana, kami bergegas menyiapkan perlengkapan mlukat seperti dupa, canang sari dan jarit.

Kami disambut oleh Ida Pandita dengan salam, kami menjawabnya pula. Canang sari kami haturkan, dan betapa kagetnya kami ketika Ida Pandita bertanya kepada kami “Kalian tahu makna banten?” seketika kami terdiam saling memandang dengan wajah bingung. Tidak menyangka dan tidak menduga akan diberi pertanyaan tentang banten.

Jujur saja, saya hanya seorang umat yang hanya tahu ritual tanpa mengerti makna dan fungsinya. Maklum, saya lahir dan dibesarkan di jawa yang notabene menjadi kaum minoritas. Akses untuk mendapatkan informasi seputar ritual umat Hindu sangat sulit.

Kembali ke banten tadi. Ida Pandita dengan penuh kelembutan menjelaskan tentang makna dari banten. Beliau mengatakan bahwa banten itu penuh makna, fungi, nilai filosofis, nilai spiritual dan nilai estetika. Banten dibuat sebagai wujud terimakasih kita sebagai manusia kepada Ida Sang Hyang Widhi. Banten juga harus memiliki nilai estetika atau keindahan. Tujuannya agar kita dapat lebih berkonsentrasi saat sembanhyang.

Penjelasan yang sederhana namun sangat berguna khususnya untuk saya sendiri. Sebenarnya saya ingin bertanya lebih mengenai banten, namun karena waktu yang terbatas, akhirnya pembicaraan pun dihentikan. Sungguh saya serasa mendapat ketentraman dalam diri ketika mendengar penjelasan dari Ida Pandita tadi. Semoga di lain kesempatan, saya bisa bertanya tentang banten lebih banyak lagi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: